miel miel miel miel miel miel miel miel miel miel miel miel miel

Selasa, 25 Agustus 2009

PUASA BINATANG

Puasa ramadhan yang akan kita laksanakan mulai esok hari,sungguh tepat jika tidak hanya dijadikan “Selebrasi Relegiusitas” semata. Tapi juga momentum “ Refleksi Diri” atas berbagai ketimpangan dan bencana yang terus menghantui negara kita Indonesia ini.
Secara makna generiknya puasa berarti menahan diri dari segala hawa nafsu. Bagi orang miskin hal ini adalah suatu yang lumrah. Karena itu, puasa sebenarnya diperuntukan bagi orang-orang yang kaya, yang sehari-harinya dimanjakan dengan segala kebutuhan yang serba enak dan cepat saji. Ada kewajiban intrinsik yang bersifat moral-etis si kaya pada kaum papa. Puasa dengan demikian dapat menyentuh, menyadarkan sekaligus menumbuhkan semangat dan kewajiban moral etik kemanusiaan kita pada rakyat miskin. Dengan kata lain puasa hendaknya dijadikan media “Reformasi” kita dari hal-hal yang negatif kepada sesuatu yang lebih positif.
Ada beberapa sasaran reformasi dari adanya puasa diantaranya adalah:
Reformasi Spiritual kita mengalami peningkatan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Dalam kontek reformasi spiritual ini pula kita semakin menyadari kehadiran Allah ditengah-tengah kita (Being Of God). Kemana-mana kita selalu dipantau oleh Allah, sehingga ketika hendak melakukan kejahatan kita urung untuk melakukannya.
Reformasi Emosional. Emosi kita yang suka marah-marah, cepat tersinggung, iri hati dan arogan semestinya bias kita kikis ketika puasa tiba. Kecerdasan emosional harus bisa kita tingkatkan. Tentunya, kecerdasan yang mengarah pada peningkatan energi emosi kita yang sangat positif. Pesimis, takut gagal, kurang percaya diri dan hal-hal negatif lainnya harus bisa kita tepis dengan adanya puasa ini
Reformasi Intelektual. Tentu saja reformasi intelektual yang dimaksud adalah tidak hanya sebatas pada upaya yang sifatnya fisik seperti menambah supplemen kecerdasan otak dan lain sebagainya. Tapi juga aktivitas kita yang dapat menunjang pengetahuan kita bertambah itu harus ditingkatkan, seperti banyak membaca buku, melatih berfikir tentang kekuasaan Allah dan rajin belajar ilmu agama kepada ustadz atau kiayi. Ketiga reformasi itulah yang patut kita capai ketika datangnya puasa. Bila kita pahami lebih dalam tiga reformasi tadi, maka ada substansi yang bisa kita petik yaitu puasa harus bisa dijadikan reformasi kita menuju sesuatu yang lebih baik. Tujuan puncak inilah yang terjadi pada binatang ketika melakukan puasa. Mungkin kita jarang tahu bahwa binatang juga berpuasa. Puasanya binatang dengan manusia hampir sama, yaitu menahan lapar dan dahaga. Hanya saja prosesnya yang berbeda. Semua makhluk di bumi ini menjalani suatu fase dimana mereka berpuasa walaupun mereka sedang berada di lingkungan yang penuh dengan makanan. “ bagi Ulat misalnya, puasa merupakan proses perubahan identitas, yaitu dari ulat menjadi kupu-kupu. Setelah berpuasa sekian lama, ulat berubah menjadi kepongpong dan lalu berubah lagi menjadi kupu-kupu yang indah. Ketika masih berwujud ulat, makannya hanya daun, sehingga merugikan orang lain karena dedaunan yang indah menjadi rusak akibat ulah ulat. Tetapi setelah menjadi kupu-kupu, makanannya berupa sari madu. Betapa puasa menahan lapar dan dahaga dapat mengubah seekor ulat yang lamban dan tidak disukai orang, akhirnya menjadi seekor kupu-kupu yang yang indah, lincah, terbang kian kemari mencari bunga-bunga yang berkembang dan banyak di gemari orang. Dengan kata lain , ulat melakukan puasa dengan tujuan yang sangat positif, meningkatkan kualitas diri dan semestinya memang seperti ini. Dari seekor binatang yang terliat jijik, gatal bila dipegang dan menggelikan bila di lihat tiba-tiba menjadi seekor binatang yang enak dipandang dan nyaman untuk dipegang. Ada tujuh kualitas yang dimiliki ulat setelah menjadi kupu-kupu:
1. Beberapa pasang kaki yang dapat memegang sesuatu dengan kokoh dan trampil
2. Mata faset yang melihat lebih jernih dan lebih luas
3. Dua pasang sayap yang overlapping
4. Sepasang antenna yang handal dan sensitif
5. Keindahan warna yang beraneka
6. Motif dan corak sayap yang unik
7. Mulut dan bulu-bulu halus di perut yang dapat mengangkut benang sari
Beberapa kualitas diatas tidak akan ditemukan pada ulat. Ulat hanya bisa mendapatkan semua kualitas itu setelah menjadi kupu-kupu. Dan semua itu tidak akan terjadi jika binatang ini tidak melakukan ritual puasa Subhanallah.
Karena itu, hikmah yang bisa kita petik dari pengalaman puasa ulat tersebut adalah bahwa puasa bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas kita sebagai muslim baik kualitas fisik maupun non fisik. Perubahan fisik yang terjadi,yaitu ulat menjadi kupu-kupu adalah bukti bahwa puasa itu besar manfaatnya. Jadi dengan puasa akan meningkatkan kualitas diri kearah yang lebih baik. Ketika ulat menjadi kupu-kupu secara otomatis perubahan juga terjadi pada tingkatan non fisik yaitu perubahan fungsi dan peran. Dari yang tidak bisa terbang ketika menjadi ulat, tiba-tiba terbang ketika menjadi kupu-kupu.. dari sosok yang suka merugikan makhluk lain ketika menjadi ulat, tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain ketika menjadi kupu-kupu yaitu madu.
Selain ulat binatang lain yang juga berpuasa demi meningkatkan kualitas fisik dan non fisiknya adalah ular. Bagi ular, berpuasa semata-mata untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras terlindung dari sengatan matahari dan duri-duri hingga ia tetap mampu melata di bumi. Ketika berpuasa ular tak punya nafsu makan, meskipun dihadapannya berbagai jenis makanan. Ular tidak tergoda untuk memakannya meskipun pada saat itu sedang dalam puncak kelaparan yang sangat luar biasa. Tetapi waspadalah setelah usai berpuasa, ular akan terlihat jahat dan buas. Bagi ular sendiri puasa itu adalah suatu yang positif karena akan membuatnya semakin ganas dan liar untuk memangsa jenis makhluk lainnya, tetapi bagi kita justru semua itu sangatlah berbahaya. Karena itu, puasa yang baik adalah puasa yang dapat meningkatkan kualitas diri tapi juga membuat orang lain hidupnya lebih bermanfaat. Jadi bukan puasa untuk egonya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Sebaiknya kita mencontoh puasanya ulat bukan puasanya ular. Selain ulat dan ular, ayam juga berpuasa ketika mengerami telurnya. Ketika berpuasa ayam tidak makan dan minum. Jenis makanan apapun yang kita sajikan buat ayam, ia tidak akan memakannya ketika berpuasa. Dengan puasa, ayam akan berhasil mengerami telur dengan baik untuk menghasilkan itik.
Selain binatang darat, binatang laut pun berpuasa. Diantara jenis ikan misalnya, ada yang membenamkan dirinya didasar laut atau sungai untuk jangka waktu tertentu tanpa makan. Bagi ikan mujahir contohnya , puasa dilakukannya untuk melindungi anaknya. Ketika sedang berpuasa, meskipun didepan mulutnya ada makanan, dia tahan seleranya. Jenis binatang lain yang suka berpuasa adalah burung, ada burung yang tetap tinggal disarangnya berhari-hari, malah berbulan-bulan tidak bergerak dan tidak makan. Ada pula burung yang tetap tinggal di sarangnya pada musim-musim tertentu setiap tahun, seperti burung elang sewaktu bertelur, mengerami telur dikala menjaga anaknya.
Marilah kita jaga puasa kita, agar menjadi manusia yang berkualitas dan menjadi sosok muslim yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. dan rasa malu kita terhadap binatang tinggi jika kita tidak berpuasa, semoga amal ibadah puasa kita di bulan ramadhan tahun ini tidak kalah oleh binatang dan tentunya diterima oleh Allah SWT Yang Maha Bijaksana Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

in uriidu illa al ishlah